Rabu, 31 Oktober 2012

CERPEN

AKHIR SEBUAH PENANTIAN
Karya : Wardhina Ayu Wakhidatun

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu. 
Sulit ku terima semua keputusan itu. 
Yang kini hilang tersapu angin senja. 
Masih sulit pula untuk ku lupakan. 
Suram dan seram jika ku ingat kembali. 
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu, 
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.
***

Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.

Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut. 

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***

Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis. 

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita. 

*THE END*


Read more: http://cerpen.gen22.net/2012/09/cerpen-cinta-remaja-akhir-sebuah.html#ixzz2As6WMiC3

Kamis, 02 Agustus 2012

Kue Kering


Resep Kue Kering Nastar Selai Nanas


Resep Kue Nastar Selai Nanas - Kue Kering yang satu ini siapa yang gak kenal, angkat tangan..  Biasanya Kue Nastar sering kita jumpai saat menjelang hari besar (baca: hari raya) seperti Lebaran dan Natal. Ini sudah menjadi tradisi kita khususnya di Indonesia, kalau diluar negeri saya tidak tau, apa nastar juga jadi kue favorit saat hari raya. 

Kue Nastar Selai Nanas adalah satu jenis dari kue nastar yang dijumpai saat hari raya. Karena setahu saya sangat beragam sekali jenisnya. Ada yang nastar spesial, nastar keju, dan lain-lain termasuk yang saya bahas kali ini Resep Kue Nastar Selai Nanas. Nah, biar tidak begitu ngawur bacanya, maka saya coba mengulas mereka satu-persatu. Maka, saya mulai saja dari postingan kali ini tentang bagaimana Cara Membuat Kue Nastar Selai Nanas.

Dibawah ini adalah 
Cara Membuat Nastar Selai Nanas yang enak dan cocok sekali untuk menghiasi suasana saat lebaran atau natal. Silahkan dicoba, semoga berhasil. 



Bahan Kue Nastar Selai Nanas :

- Tepung terigu 250 gram
- Tepung maizena 25 gram
- Susu bubuk 1 sendok makan
- Mentega 175 gram
- Gula halus 50 gram
- Telur 4 butir, 3 untuk adonan, dan 1 untuk olesan
- Cengkeh 50 gram, untuk hiasan

Bahan Selai Nanas :

- Nanas 1/2 buah, parut
- Gula pasir 100 gram
- Garam 1/2 sendok teh

Cara Membuat Nastar Selai Nanas

1. Selai nanas : rebus nanas parut, gula pasir, kayu manis, dan garam hingga agak mengering, aduk hingga berbentuk selai.
2. Nastar : campur tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk lalu ayak. kocok mentega, gula halus, dan kuning telur hingga lembut
3. Campurkan semua adonan, aduk rata menggunakan spatula hingga adonan bisa dibentuk.
4. Ambil adonan, bentuk bulatan yang diisi selai nanas. hiasi atasnya dengan cengkeh lalu olesi dengan kuning telur
5. Letakkan di atas loyang yang sudah diolesi margarin secukupnya, panggang selama 25 menit



source : 





Rabu, 25 Juli 2012

COOK


BURGER SEDERHANA

Burger adalah salah satu makanan yang lezat, yang digemari oleh dewasa maupun anak-anak. Tak perlu repot-repot pergi ke restoran atau tempat makan lainnya, anda bisa membuatnya sendiri dengan mudah di rumah. Nah, jika anda ingin membuat sendiri burger di rumah anda, coba resep membuat burger sederhana, isi daging berikut ini.

Bahan Utama:

# 5 buah roti burger / burger bun

 

Bahan Pelengkap:

burger2.jpg1. 5 lembar keju slice
2. 1 buah mentimun
3. 3 buah tomat (diiris tipis)
4. 5 helai Selada / lettuce

Bahan pengoles roti:
1. 100 gram mayonaise (bisa juga thousand island)
2  Jika suka tambahkan mustard
3. saus sambal
4. saus tomat

Membuat daging burger :
Sebenarnya anda bisa membeli daging asap untuk burger yang sudah jadi di supermarket. Namun jika anda ingin membuatnya sendiri, anda bisa siapkan bahan dan ikuti langkah membuatnya di bawah ini.

Bahan-bahan:
100   gram   Tepung panir (digunakan jika anda ingin dagingnya digoreng dan berlapis tepung roti / panir)
(* ) 500 gram   Daging giling special
(*)  1   buah   Bawang bombay ( cincang halus )
(*)  2   siung  Bawang putih ( cincang halus )
(* ) 1   sdt    Lada hitam
(* ) 1/2 sdt    Kaldu ayam bubuk
(* ) 1   butir  Telur 1 butir
(* ) 1   sdt    Garam
(* ) 1   sdt    Gula pasir.
Margarin (untuk menggoreng secukupnya)
Saus Barbeque (untuk mengoles jika daging ingin dibakar)
Cara membuat daging:
1.Campur bahan-bahan yang bertanda bintang (*) di atas, aduk   sampai rata. (Anda boleh oseng   terlebih dahulu boleh tidak bahan diatas (kecuali daging dan telur), sebelum di aduk bersama daging, agar bumbu lebih terasa dalam daging).
2.Simpan dalam lemari es agar tidak lengket selama kurang lebih 10   menit. Buat bulatan-bulatan masing-masing 50 gr (atau tergantung   selera anda). Kemudian pipihkan, hingga ketebalannya 1 – 1,5 cm.
3.Gulingkan daging yang sudah terbentuk ke atas tepung panir jika daging akan digoreng.
* Jika akan dibakar,  olesi beberapa kali dahulu dengan saus barbeque agar lebih lezat.
4.Masukkan daging yang telah dipipihkan ke dalam freezer agar  sedikit membeku dan mudah digoreng atau dibakar.
5.Jika sudah siap, goreng / bakar daging tersebut.

Membuat roti burger:

a.    Belah roti burger / burger bun menjadi dua bagian, atas dan bawah.
b.    Letakkan bagian bawah terlebih dahulu di atas piring.
c.     Tambahkan mayonaise / thousand island, dan mustard jika suka.
d.     Tambahkan bahan pelengkap di atas satu persatu, susunannya   terserah selera anda, termasuk daging yang sudah digoreng /   dibakar tadi.
e.     Tambahkan saus tomat dan saus sambel sesuai selera.
f.      Tutup bagian atas dengan roti burger potongan bagian atas.
g.     Ta daaaa…. Selesai sudah burger sederhana anda.

Selain lebih terjamin kebersihannya, juga tidak memakai bahan pengawet. Burger buatan anda di rumah juga bisa ditambahkan bahan-bahan lain sesuai selera anda. Daging yang sudah dibuat bisa di awetkan dengan menyimpannya di dalam freezer untuk beberapa hari, ketika anda akan membuatnya keesokan hari, tinggal digoreng atau di bakar.
Sebagai catatan : anda juga bisa mengganti daging dengan ikan lho. Barangkali jika anda bosan dengan daging. Cukup ganti bahan daging giling dengan ikan tuna giling, atau ikan lainnya yang anda suka.
Resep burger sederhana diatas cukup mudah bukan? Anda bisa segera mempraktekkannya di dapur anda. Bahan-bahannya pun tidak sulit didapat. Siapkan bahan-bahan dalam resep burger sederhana tersebut di kulkas / lemari es, agar anda bisa membuat burger kapan saja. Selamat mencoba!!


Sumber: http://infodari.com/resep-dan-cara-membuat-burger-sederhana/#ixzz21cKl3Orc